input license here

SITUS WARUNGBOTO JOGJA, PASANGGRAHAN RAJA YANG JADI SPOT FOTO INSTAGENIC


Situs Warungboto (c) pelancongngapak.blogspot.com
Yogyakarta, merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang menjadi tujuan utama wisata bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Daerah istimewa ini memang memiliki banyak sekali daya tarik yang sukses membuat para pelancong ingin kembali mengunjunginya.

Adat dan budaya yang masih sangat kental, bangunan-bangunan peninggalan kerajaan, keindahan alam dan pantai, hingga aneka kulinernya merupakan magnet utama yang dimiliki Yogyakarta.

Tidak ada salahnya nih teman-teman berlibur akhir pekan di Jogja menjadi solo traveler atau backpacker-an bareng teman kantor.

Akses transportasinya pun terbilang mudah, masalah penginapan tidak perlu khawatir, tersedia banyak sekali alternatif pilihan dengan berbagai fasilitas dan harga. Liburan di Jogja dijamin tidak akan membuat kantong jebol, deh.

Jika sudah sampai disana jangan bingung mau kemana yah, salah satu tempat yang harus kalian kunjungi adalah Situs Warungboto. Penasaran seperti apa serunya berkunjung ke Situs Warungboto? Simak ulasan saya saat jalan-jalan ke Jogja beberapa waktu lalu.

SEJARAH SINGKAT

Sejarah Situs Warungboto (c) pelancongngapak.blogspot.com

Keberadaan Situs Warungboto Yogyakarta atau Pesanggrahan Rejawinangun tidak dapat dipisahkan dari sejarah berdirinya Kraton Yogyakarta.

Melalui perjanjian Giyanti pada tanggal 13 Februari 1755 M, wilayah kerajaan Mataram kemudian dibagi menjadi dua, yaitu Kasunan Surakarta yang dipimpin oleh Sunan Paku Buwana III dan Kasultanan Yogyakarta dipimpin oleh Pangeran Mangkubumi dan kemudian bergelar Ngarsa Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan Hamengku Buwana Senapati-ing-Ngalaga Abdurahman Sayidin Panatagama Khalifatullah.

Sultan Hamengku Buwana I membangun kraton lengkap dengan berbagai sarana dan prasarana untuk menunjang keberlangsungan eksistensi kerajaan, diantaranya dengan membangun pesanggrahan (tempat pesiar), benteng keliling di dalam  maupun di luar kedaton, jagang dan pemukiman untuk para abdi dalem.

Pesanggrahan Rejawinangun menjadi salah satu pesanggrahan yang berhasil dibangun oleh Sultan Hamengku Buwana II selama periode menjadi Putra Mahkota, yaitu dari tahun 1765 M – 1792 M.

Selain Pesanggrahan Rejawinangun, Sultan Hamengku Buwana II juga mendirikan pesanggrahan lainnya yaitu, Pasanggrahan Purwareja, Palem Sewu, dan Reja Kusuma.

Berdasarkan literatur bersumber dari Tidjschriff voor Nederlandsch Indie yang ditulis oleh J.F. Walrofen van Nes pada tahun 1884, Babad Momana, serta Serat Rerenggan tertulis bahwa Pesanggrahan Rejawinangun mulai dibangun pada tahun 1711 Jw atau sekitar 1785 M.

BERWISATA SEKALIGUS MENGENAL SEJARAH KEHIDUPAN BANGSAWAN JOGJA


Suasana di Situs Warungboto (c) pelancongngapak.blogspot.com

Menjadi salah satu cagar budaya yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta, Situs Warungboto merupakan salah satu bangunan yang kaya akan nilai sejarah.

Sebagai salah satu peninggalan kerajaan, Situs Warungboto atau Pesanggrahan Rejawinangun bisa teman-teman jadikan sebagai sarana untuk mulai mengenal kehidupan para bangsawan di Daerah Jogja tempo dulu.

Di dalam Situs Warungboto dahulu terdapat sumber mata air yang kemudian dijadikan tempat pemandian oleh para keluarga kerjaan sekaligus tempat peristirahatan.

Pesanggrahan ini juga pernah dikunjungi oleh Jan Greeve pada 5 s/d 15 Agustus 1788 M dalam rangka melakukan inspeksi dan kunjungan pada sarana dan prasarana bersamaan dengan kunjungannya ke baluwarti (benteng keliling di luar kedaton) kraton.

ALTERNATIF WISATA JOGJA MURAH MERIAH

Situs Warungboto bisa menjadi salah satu destinasi wisata yang murah meriah di Jogja. Meskipun sudah termasuk dalam situs cagar budaya, pengelolaanya masih dilakukan secara swasembada oleh Pokdarwis setempat.

Jika ingin berkunjung ke Situs Warungboto, teman-teman tidak perlu membayar tiket masuk alias gratis. Hanya dikenai tarif parkir saja sebesar Rp.3.000,00 untuk satu sepeda motor dan Rp.10.000,00 untuk satu mobil.

Pendapatan dari hasil retribusi parkir digunakan oleh pengelola untuk melakukan berbagai pembenahan dan perawatan di area Situs Warungboto. Menurut salah satu pengelola yang sempat saya ajak berbincang, saat ini saja sedang diupayakan pembangunan taman di area pintu masuk Situs Warungboto.


Proses Pembuatan Taman di area Situs Warungboto (c) pelancongngapak.blogspot.com
Semoga saja area Situs Warungboto kedepannya bisa menjadi lebih tertata dan melengkapinya dengan berbagai fasilitas lainnya agar semakin menarik para wisatawan untuk berkunjung.

SPOT FOTO INSTAGENIC


Salah satu Spot Foto Instagenic (c) pelancongngapak.blogspot.com

Saat ini Situs Warungboto tidak pernah sepi dari pengunjung meskipun dihari-hari biasa. Jumlah pengunjung akan meningkat ketika weekend dan musim liburan tiba.

Mayoritas wisatawan yang datang ke Situs Warungboto memang tertarik dengan desain bangunannya yang unik. Ada banyak spot menarik yang bisa dieksplore untuk dijadikan latar berfoto. Dijamin hasil fotonya akan terlihat keren saat kalian mengunggahnya di feed instagram.


Banyak Lokasi Berfoto yang Bisa Dieskplore (c) pelancongngapak.blogspot.com

Gimana nih, serukan berwisata ke Situs Warungboto? Bisa jalan-jalan sembari mencari spot foto intagenic, sekaligus belajar sejarah kerajaan di Jogja.

Mengunjungi berbagai destinasi wisata sejarah tentu saja akan semakin membuat kita mengenal lebih dalam siapa nenek moyang kita sebenarnya dan tentu saja menambah rasa cinta kita pada budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Tidak jauh dari bangunan bersejarah Situs Warungboto ada sebuah kompleks pemakanan yang dipisahkan dengan tembok keliling dan pagar jeruji besi.



Makam Trah Prawiropermaden di Sekitar Lokasi (c) pelancongngapak.blogspot.com

Kompleks pemakaman tersebut merupakan milik dari keluarga Trah Prawiropermaden. Menurut salah seorang pengelola Situs Warungboto, Trah Prawiropermaden merupakan salah satu keturunan dari Paku Alam.

Paku Alam I merupakan anak ketiga dari Sultan Hamengkubuwana I dan pernah memerintah di wilayah Kadipaten dengan bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Arya Adipati Paku Alam.

Makam Trah Prawiropermaden di Sekitar Lokasi (c) pelancongngapak.blogspot.com


Related Posts
SHARE
Newer Oldest

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment